Wayang Jogja Night Carnival #2 | WISANGGENI
| | | | |

Wayang Jogja Night Carnival #2 | WISANGGENI

Wisanggeni. Nama ini diberikan Semar kepada bocah yang baru saja keluar dari kawah canradimuka setelah dilemparkan para dewa. Wisanggeni merupakan anak Arjuna yang lahir dari rahim Dewi Dresnala saat kandungan belum berusia sembilan bulan. Wisanggeni secara harfiah bermakna ia yang berbisa api. Kesaktiannya mampu membakar apa saja. Dan, Kecamatan Gedong Tengen menggarap tokoh Wisanggeni ini…

Wayang Jogja Night Carnival #2 | SUGRIWA-SUBALI
| | | | |

Wayang Jogja Night Carnival #2 | SUGRIWA-SUBALI

Sugriwa dan Subali merupakan dua anak Resi Gotama dan Dewi Indradi yang berubah ujud menjadi kera setelah berebut Cupu Manik Astagina. Meski demikian, dua ekor kera inilah yang bisa membantu para dewa mengalahkan Patih Lembusura yang meminta bidadari Dewi Supraba dan Dewi Tara untuk dijadikan istri Prabu Maesasura. Kisah Sugriwa dan Subali ini diangkat dalam…

Wayang Jogja Night Carnival #2 | KAPI SUWEDA
| | | | |

Wayang Jogja Night Carnival #2 | KAPI SUWEDA

Tampil di urutan pertama Wayang Jogja Night Carnival ke-2 tahun 2017, Kecamatan Mergangsan menyuguhkan koreografi Kapi Suweda. Kapi Suweda merupakan tokoh wayang berujud wanara/kera berbulu hitam legam. Ia merupakan putra tunggal Prabu Sugriwa, raja kera negara Gowa Kiskenda dengan istri Endang Suwarsih, wanita pengidung dan pamong Dewi Anjani, kakak Prabu Sugriwa. Kapi Suweda sangat tekun…

Wayang Jogja Night Carnival #2 | BATARA GANESHA
| | | | |

Wayang Jogja Night Carnival #2 | BATARA GANESHA

Merupakan putra Batara Guru dan Dewi Uma, Batara Gana juga dikenal sebagai Ganesha. Oleh umat Hindu, Ganesha sangat dihormati. Ganesa masyhur sebagai Pengusir segala rintangan dan lebih umum dikenal sebagai Dewa saat memulai pekerjaan dan Dewa segala rintangan, Pelindung seni dan ilmu pengetahuan, dan Dewa kecerdasan dan kebijaksanaan. Sabtu (7/10) lalu, Batara Gana menjadi vehicle…

Koreografi Tari “FEELING”
|

Koreografi Tari “FEELING”

FEELING merupakan karya koreografi Scholastica Wahyu Pribadi yang ia tarikan sendiri dalam Loka Festival of Contemporary Art 2017, di Desa Kepek, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (25/7) lalu. Tarian ini bercerita tentang cinta dan tarian. Tentang perasaan mendalam Scholastika pada tari meskipun secara penuh ia menyadari bukanlah yang sempurna.

Koreografi Tari “EKAM JAMO SEKAM”
|

Koreografi Tari “EKAM JAMO SEKAM”

Merupakan tari karya koreografer Ayu Permata Sari, EKAM JAMO SEKAM ditarikan oleh dua perempuan: Nabila Kurnia Adzan dan Ayu Permata Sari. Tari ini bercerita tentang kesadaran mengenai latar belakang dari mana seseorang berasal sehingga menjadi sejarah tubuh. Dengan latar Lampung, karya tari ini menarik untuk dinikmati.

Koreografi Tari “SQUAMATA”
|

Koreografi Tari “SQUAMATA”

Merupakan karya bersama R. Bagus Wisnu Wadana K.A, Tamara Nona Armada, Azizah Isnaeni Nur Fadilla, Sifa Sabda Mukti dan Tirza Kanya “SQUAMATA” bercerita tentang ular. Tentang suara mendesis yang keluar dari tubuh panjang dengan motif squama indah yang menarik. Namun ingat, di balik keelokan motif dan keindahan desis, ada gigi tajam dan racun mematikan yang…